Puasa Tetap Aktif dan Bertenaga, Ini 8 Cara Cerdas Menghemat Energi Seharian

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:56:51 WIB
Puasa Tetap Aktif dan Bertenaga, Ini 8 Cara Cerdas Menghemat Energi Seharian

JAKARTA - Menjalani puasa Ramadhan sambil tetap beraktivitas sering kali menjadi tantangan tersendiri.

Menjalani puasa Ramadhan sambil tetap beraktivitas sering kali menjadi tantangan tersendiri. Perubahan pola makan dan waktu istirahat membuat tubuh harus beradaptasi agar tetap bugar sepanjang hari. Tidak sedikit orang yang memilih mengurangi aktivitas demi menghemat energi, namun justru berujung pada tubuh yang terasa lemas dan kurang fokus.

Padahal, menghemat energi saat puasa bukan berarti harus bermalas-malasan atau menahan diri dari rutinitas harian. Dengan strategi yang tepat, tubuh tetap bisa aktif, produktif, dan nyaman meski tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama belasan jam.

Bagi sebagian orang, terutama yang tetap bekerja selama Ramadhan, menjaga stamina menjadi hal yang krusial. Untungnya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan agar energi tetap terjaga tanpa mengorbankan kewajiban puasa.

Mengutip informasi dari Kementerian Kesehatan dan Halodoc, berikut delapan cara menghemat energi selama puasa Ramadhan agar aktivitas harian tetap berjalan lancar.

1. Memilih Makanan yang Tepat Saat Sahur

Sahur menjadi sumber energi utama selama menjalani puasa Ramadhan. Karena itu, pemilihan menu sahur tidak boleh asal-asalan. Makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum sangat dianjurkan karena mampu melepaskan energi secara perlahan.

Selain karbohidrat, protein juga penting untuk menjaga stamina tubuh. Lauk seperti telur, ikan, atau daging tanpa lemak membantu tubuh tetap kuat dan tidak mudah lapar. Tambahkan pula sayur dan buah yang kaya serat agar rasa kenyang bertahan lebih lama selama berpuasa.

2. Menghindari Konsumsi Makanan Manis dan Gorengan Berlebihan

Makanan manis dan gorengan memang sering menjadi favorit saat sahur, namun jika dikonsumsi berlebihan justru bisa membuat tubuh cepat lemas. Kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba, lalu turun drastis dan memicu rasa kantuk.

Begitu pula gorengan yang tinggi lemak, dapat memperberat kerja pencernaan dan menguras energi. Sebaiknya, batasi kedua jenis makanan ini dan gantilah dengan pilihan yang lebih sehat seperti buah segar atau kacang-kacangan agar energi lebih stabil sepanjang hari.

3. Minum Air Putih dalam Jumlah Cukup

Dehidrasi sering menjadi penyebab utama tubuh terasa lemas saat puasa. Karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam, penting untuk mencukupi kebutuhan air putih di luar waktu puasa.

Disarankan minum minimal delapan gelas air per hari dengan pola 2-4-2, yakni dua gelas saat sahur, empat gelas saat berbuka, dan dua gelas sebelum tidur. Hindari minuman berkafein dan bersoda, terutama saat sahur, karena dapat meningkatkan rasa haus di siang hari.

4. Tetap Melakukan Olahraga Ringan

Banyak orang memilih berhenti berolahraga selama Ramadhan demi menghemat energi. Padahal, olahraga ringan justru membantu tubuh tetap segar dan tidak mudah lemas.

Aktivitas seperti jalan santai, yoga, atau stretching bisa dilakukan setelah berbuka atau sebelum sahur. Olahraga membantu meningkatkan efisiensi kerja jantung dan paru-paru sehingga stamina tubuh tetap terjaga meski sedang berpuasa.

5. Memastikan Waktu Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup berperan besar dalam menjaga energi selama puasa. Kurang tidur dapat membuat tubuh cepat lelah, sulit fokus, dan kurang produktif saat beraktivitas.

Mengatur waktu istirahat dengan tidur lebih awal setelah tarawih atau menyempatkan tidur siang singkat bisa membantu mengisi ulang energi. Bagi yang ingin bangun malam untuk beribadah, tidur lebih awal menjadi kunci agar tubuh tetap bugar keesokan harinya.

6. Berbuka Puasa Secara Bertahap dan Tidak Berlebihan

Saat berbuka puasa, sebaiknya tidak langsung menyantap makanan berat dalam jumlah banyak. Berbuka dengan air putih dan kurma sudah cukup untuk mengembalikan energi awal tubuh.

Makan berlebihan justru dapat membuat perut begah dan tubuh terasa lemas. Setelah salat maghrib, barulah konsumsi makanan utama agar lambung lebih siap menerima asupan dan energi kembali secara bertahap.

7. Mengurangi Aktivitas Fisik yang Terlalu Berat

Selama berpuasa, tubuh perlu mengeluarkan energi secara efisien. Meski aktivitas kerja tetap harus dilakukan, aktivitas fisik tambahan yang terlalu berat sebaiknya dikurangi.

Mengatur prioritas kegiatan membantu tubuh tidak cepat kehabisan tenaga. Dengan begitu, aktivitas utama tetap berjalan lancar tanpa membuat tubuh kelelahan sebelum waktu berbuka.

8. Mengonsumsi Multivitamin Jika Diperlukan

Untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama puasa, konsumsi multivitamin bisa menjadi pilihan tambahan. Multivitamin membantu mencukupi kebutuhan nutrisi yang mungkin kurang terpenuhi dari makanan.

Namun, pemilihan multivitamin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan aktivitas harian. Jika ragu, berkonsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan jenis vitamin yang tepat selama bulan Ramadhan.

Terkini