JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara mengawali tahun 2026 dengan capaian yang menggembirakan.
Sepanjang Januari 2026, KAI Divre I Sumut berhasil melayani sebanyak 233.182 penumpang. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api.
Pertumbuhan jumlah penumpang menunjukkan adanya pemulihan mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Utara. Kereta api kembali menjadi pilihan utama untuk perjalanan antarkota. Kondisi ini turut mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Dari seluruh layanan yang tersedia, KA Siantar Ekspres mencatat pertumbuhan paling menonjol. Layanan ini menjadi andalan masyarakat dalam melakukan perjalanan rutin maupun wisata. Peningkatan tersebut menjadi indikator kuat keberhasilan pelayanan regional.
Peran Strategis KA Siantar Ekspres
Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa tren ini menjadi sinyal positif kebangkitan mobilitas. Ia menilai pertumbuhan tersebut juga berdampak langsung pada sektor pariwisata regional. Kawasan Danau Toba menjadi salah satu wilayah yang merasakan manfaatnya.
“Peningkatan ini tidak terlepas dari peran strategis KA Siantar Ekspres sebagai penghubung utama akses wisata menuju Danau Toba,” ujar Anwar. Pernyataan ini menegaskan posisi penting layanan tersebut. KA Siantar Ekspres menjadi tulang punggung konektivitas wilayah.
Berdasarkan data operasional, KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar mencatat 45.823 pelanggan. Angka tersebut tumbuh 8,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan minat masyarakat yang konsisten.
Penggerak Ekonomi Wilayah Sumatera Utara
KA Siantar Ekspres mengintegrasikan tiga kota dan tiga kabupaten di Sumatera Utara. Wilayah tersebut meliputi Kota Medan, Tebing Tinggi, dan Pematang Siantar. Selain itu, kereta ini melayani Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Simalungun.
Konektivitas antardaerah ini menjadikan kereta api sebagai penggerak ekonomi lokal. Aktivitas perdagangan dan pariwisata semakin terbantu oleh akses transportasi yang andal. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat di sepanjang lintasan.
Menurut Anwar, faktor tarif menjadi salah satu pendorong utama peningkatan minat. “Harga tiket KA Siantar Ekspres yang hanya Rp22 ribu menjadi alasan kuat masyarakat memilih transportasi massal yang efisien, aman, dan nyaman,” jelasnya. Tarif terjangkau menjadikan layanan ini inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.
Dukungan Akses dan Layanan Tambahan
Lokasi Stasiun Siantar yang berada di pusat Kota Pematang Siantar memberikan nilai tambah tersendiri. Penumpang dapat dengan mudah menjangkau pusat perbelanjaan dan perkantoran. Akses menuju sentra kuliner juga dapat dilakukan tanpa perjalanan lanjutan yang panjang.
Kemudahan ini meningkatkan daya tarik layanan kereta api bagi wisatawan. Mobilitas menjadi lebih efisien dan hemat waktu. Pengalaman perjalanan yang praktis turut meningkatkan kepuasan pelanggan.
Selain KA Siantar Ekspres, pertumbuhan juga dicatatkan oleh KA Putri Deli. Layanan relasi Medan–Tanjung Balai ini melayani 110.988 penumpang selama Januari 2026. Jumlah tersebut meningkat 3 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Komitmen Keselamatan dan Keberlanjutan Layanan
Sementara itu, operasional KA Cut Meutia di Provinsi Aceh masih difokuskan pada pemulihan prasarana. Jalur tersebut terdampak banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun lalu. Proses mitigasi dan perbaikan terus dipercepat agar layanan segera kembali beroperasi.
KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan kenyamanan pelanggan. Seluruh layanan dioperasikan dengan standar keamanan yang ketat. Inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“KAI berkomitmen menghadirkan transportasi kereta api yang aman, nyaman, serta terus berinovasi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat,” tutup Anwar. Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan pelayanan KAI ke depan. Komitmen tersebut menjadi dasar penguatan transportasi publik regional.