Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi Beri Angin Segar Konsumen

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:15:20 WIB
Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi Beri Angin Segar Konsumen

JAKARTA - Kabar penurunan harga bahan bakar minyak non subsidi menjadi perhatian masyarakat luas. 

Seluruh badan usaha penyedia BBM kompak melakukan penyesuaian harga secara serentak. Langkah ini memberikan sinyal positif bagi konsumen di tengah dinamika ekonomi.

Penyesuaian harga berlaku untuk berbagai merek BBM non subsidi di Indonesia. Produk yang mengalami penurunan meliputi bensin dan solar non subsidi. Kebijakan ini berlaku secara nasional melalui jaringan SPBU masing-masing perusahaan.

Langkah seragam tersebut menunjukkan respons industri terhadap perkembangan harga energi. Penurunan harga diharapkan menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, kebijakan ini juga meningkatkan daya saing antarpenyedia BBM.

Rincian Penyesuaian Harga BBM Pertamina

Di wilayah DKI Jakarta, harga BBM non subsidi Pertamina mengalami penurunan signifikan. Harga Pertamax turun menjadi Rp11.800 per liter dari sebelumnya Rp12.350 per liter. Penurunan juga terjadi pada produk Pertamax Turbo dan Pertamax Green.

Pertamax Turbo kini dibanderol Rp12.700 per liter dari harga sebelumnya Rp13.400 per liter. Sementara Pertamax Green 95 turun menjadi Rp12.450 per liter dari Rp13.150 per liter. Produk solar non subsidi juga ikut menyesuaikan harga.

Dexlite turun menjadi Rp13.250 per liter dari Rp13.500 per liter. Pertamina Dex kini dijual Rp13.500 per liter dari sebelumnya Rp13.600 per liter. Sementara BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan harga.

Kebijakan Harga Mengacu Aturan Pemerintah

Penyesuaian harga BBM dilakukan sesuai kebijakan yang berlaku. Pertamina menyesuaikan harga BBM umum untuk mengimplementasikan ketentuan pemerintah. Formula harga dasar digunakan dalam perhitungan harga jual eceran.

Kebijakan tersebut mengatur penetapan harga bensin dan minyak solar. Penyesuaian dilakukan secara berkala mengikuti dinamika pasar energi. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan antara harga dan keberlanjutan pasokan.

Melalui kebijakan ini, harga BBM mencerminkan kondisi pasar terkini. Konsumen diharapkan memperoleh harga yang lebih kompetitif. Pada saat yang sama, keberlangsungan distribusi tetap terjaga.

Penurunan Harga BBM SPBU Swasta

Selain Pertamina, SPBU swasta juga menurunkan harga produk BBM non subsidi. BP-AKR menyesuaikan harga BP 92 menjadi Rp12.050 per liter dari Rp12.500 per liter. Produk BP Ultimate juga mengalami penurunan harga.

BP Ultimate kini dijual Rp12.500 per liter dari sebelumnya Rp13.190 per liter. Sementara BP Ultimate Diesel turun menjadi Rp13.600 per liter dari Rp13.860 per liter. Penyesuaian ini berlaku di jaringan SPBU BP-AKR.

Shell juga menurunkan harga BBM non subsidi di seluruh jaringannya. Shell Super kini dipatok Rp12.050 per liter dan Shell V-Power Rp12.500 per liter. Shell V-Power Diesel dan Nitro+ juga mengalami penyesuaian harga.

Dampak Positif Bagi Konsumen dan Pasar

Penurunan harga BBM non subsidi memberikan manfaat langsung bagi konsumen. Biaya transportasi dan distribusi berpotensi menjadi lebih efisien. Hal ini turut mendukung stabilitas harga barang dan jasa.

Persaingan harga antarpenyedia BBM juga semakin sehat. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan kendaraan. Kondisi ini mendorong peningkatan kualitas layanan SPBU.

Secara keseluruhan, penyesuaian harga BBM mencerminkan respons industri terhadap pasar. Kebijakan ini diharapkan menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan penyedia energi. Pasar BBM nasional pun tetap bergerak dinamis dan kompetitif.

Terkini

Proyek Baterai Terpadu MIND ID Tingkatkan Ekonomi Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 17:54:11 WIB

KAI Daop 6 Pastikan Perjalanan Kereta Aman Pascagempa

Jumat, 06 Februari 2026 | 17:54:11 WIB

KAI Siapkan Layanan Optimal Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Jumat, 06 Februari 2026 | 17:54:11 WIB

ASDP Ambon Perkuat Kesiapan Armada Jelang Lebaran 2026

Jumat, 06 Februari 2026 | 17:54:11 WIB