Strategi Aman Olahraga Puasa Jaga Kebugaran Tubuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:25:13 WIB
Strategi Aman Olahraga Puasa Jaga Kebugaran Tubuh

JAKARTA - Menjaga kebugaran tubuh selama bulan Ramadan tetap menjadi kebutuhan penting meski aktivitas makan dan minum terbatas. 

Banyak orang memilih mengurangi aktivitas fisik karena khawatir lemas atau mengalami dehidrasi. Padahal, dengan pengaturan yang tepat, olahraga tetap bisa dilakukan secara aman dan bermanfaat.

Dokter spesialis kesehatan olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menegaskan bahwa puasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Aktivitas fisik justru membantu menjaga kebugaran dan kebiasaan hidup sehat selama Ramadan. Kuncinya terletak pada penyesuaian waktu, jenis, dan intensitas latihan.

Jika seseorang sama sekali tidak berolahraga selama Ramadan, tingkat kebugaran tubuh dapat menurun. Otot menjadi kurang terlatih dan stamina bisa berkurang. Oleh karena itu, strategi olahraga saat puasa perlu diterapkan agar tubuh tetap aktif tanpa risiko dehidrasi.

Pentingnya Tetap Aktif Saat Puasa

Puasa Ramadan mengubah pola hidup harian, termasuk jam makan, tidur, dan aktivitas fisik. Perubahan ini sering membuat sebagian orang merasa ragu untuk berolahraga. Namun, tubuh tetap memerlukan stimulasi fisik agar fungsi organ dan otot tetap optimal.

Olahraga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil selama puasa. Aktivitas fisik ringan mampu meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kebugaran jantung. Selain itu, olahraga juga berperan dalam menjaga suasana hati agar tetap positif.

Dengan pendekatan yang tepat, olahraga justru mendukung kelancaran ibadah puasa. Tubuh yang bugar membuat aktivitas harian lebih ringan dijalani. Hal ini menunjukkan bahwa puasa dan olahraga dapat berjalan beriringan.

Menentukan Waktu Olahraga yang Tepat

Pemilihan waktu menjadi faktor utama dalam strategi olahraga saat puasa Ramadan. Waktu yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko kelelahan dan dehidrasi. Karena itu, pengaturan jadwal latihan harus disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Salah satu waktu yang direkomendasikan adalah setelah sahur. Pada waktu ini, tubuh masih memiliki cadangan energi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Meski demikian, latihan sebaiknya tidak terlalu berat agar tidak menguras cairan tubuh.

Pilihan waktu lainnya adalah sore hari menjelang berbuka puasa. Banyak orang memilih waktu ini karena jarak menuju waktu makan relatif singkat. Namun, energi tubuh biasanya sudah menurun sehingga intensitas latihan perlu dikendalikan.

Pengaturan Intensitas untuk Cegah Dehidrasi

Selain waktu, intensitas olahraga juga perlu diperhatikan selama puasa. Dr. Andhika menyarankan agar memilih intensitas rendah, terutama pada awal Ramadan. Tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan pola makan dan minum.

Latihan dengan intensitas tinggi atau bersifat eksplosif sebaiknya dihindari. Kadar gula darah yang menurun dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. Aktivitas berat juga meningkatkan produksi keringat yang berisiko menyebabkan dehidrasi.

Dengan intensitas ringan hingga sedang, tubuh tetap mendapatkan manfaat olahraga. Risiko kelelahan dapat diminimalkan tanpa mengurangi efek positif latihan. Pendekatan ini membantu menjaga kebugaran secara bertahap.

Jenis Olahraga yang Disarankan

Pemilihan jenis olahraga juga berperan penting dalam menjaga kondisi tubuh saat puasa. Aktivitas yang sederhana dan tidak terlalu menguras tenaga menjadi pilihan utama. Beberapa contoh olahraga ringan dapat dilakukan tanpa peralatan khusus.

Jalan santai menjadi salah satu pilihan paling aman selama puasa. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran jantung dan melatih otot kaki. Selain itu, jalan santai dapat dilakukan di berbagai waktu dengan risiko minimal.

Pilihan lainnya adalah slow jogging atau latihan ringan di dalam ruangan. Olahraga di ruang ber-AC membantu mengurangi produksi keringat berlebih. Dengan demikian, tubuh tetap aktif tanpa kehilangan banyak cairan.

Alternatif Olahraga Setelah Berbuka

Waktu setelah berbuka puasa juga dapat dimanfaatkan untuk berolahraga. Pada waktu ini, tubuh sudah kembali mendapatkan asupan cairan dan energi. Namun, pengaturan konsumsi makanan tetap perlu diperhatikan.

Sebelum berolahraga, dianjurkan tidak langsung makan dalam porsi besar. Cukup mengonsumsi minuman atau jus untuk mengisi energi awal. Setelah itu, olahraga dapat dilakukan usai salat Maghrib dengan kondisi tubuh lebih siap.

Dengan strategi olahraga saat puasa Ramadan yang tepat, tubuh tetap bisa aktif dan bugar. Risiko dehidrasi dapat dihindari melalui pengaturan waktu dan intensitas. Kebugaran yang terjaga akan mendukung kelancaran ibadah dan aktivitas sehari-hari.

Terkini

Nikmati Roti Keset Lembut Ala Rumahan Sempurna

Jumat, 13 Februari 2026 | 19:28:06 WIB

Segarkan Hari dengan Es Buah Creamer Lezat Rumah

Jumat, 13 Februari 2026 | 19:28:06 WIB

Solusi Praktis Agar Anak Mau Makan Tanpa Drama

Jumat, 13 Februari 2026 | 19:28:06 WIB

Nikmati Mi Instan Sehat Tanpa Risiko Penyakit Serius

Jumat, 13 Februari 2026 | 19:28:06 WIB

Menu Buka Puasa Kekinian dengan Dessert Dingin

Jumat, 13 Februari 2026 | 19:28:05 WIB