Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Jelang Lebaran 2026

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:48:36 WIB
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Jelang Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, perhatian pemerintah tertuju pada dua kebutuhan utama masyarakat: pangan dan energi.

Momentum Lebaran yang identik dengan lonjakan konsumsi serta mobilitas tinggi menuntut kesiapan pasokan agar tidak terjadi kelangkaan maupun gejolak harga di pasaran.

Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, pemerintah memastikan bahwa stok pangan dan energi berada dalam kondisi aman dan terkendali. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai pertemuan tersebut.

"Saya mengurusi pangan, bagaimana Lebaran itu ketersediaan terjaga dan harga tetap terjangkau,” kata Zulkifli Hasan.

Pernyataan itu menegaskan fokus pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan barang kebutuhan pokok tersedia secara merata di seluruh daerah.

Langkah Pengawasan Harga dan Distribusi di Daerah

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan barang tersedia di pasar dan harga tetap stabil. Pemerintah berupaya mengantisipasi potensi kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Pria yang akrab disapa Zulhas tersebut menyatakan pemerintah terus menjaga pasokan serta stabilitas harga menjelang Lebaran. Pengawasan tidak hanya dilakukan dari pusat, tetapi juga melalui koordinasi aktif dengan pemerintah daerah.

Sebagai langkah konkret, Zulhas mengungkapkan bahwa dirinya turun langsung ke berbagai wilayah untuk memantau distribusi dan memastikan intervensi segera dilakukan bila ditemukan kenaikan harga.

“Saya juga sudah minta untuk keliling Indonesia, ke daerah-daerah, bertemu bupati dan wali kota agar menggelar bazar atau operasi pasar,” ujarnya.

Melalui bazar dan operasi pasar, pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga harga tetap terjangkau. Zulhas juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah dapat memanfaatkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai instrumen intervensi.

Menurutnya, BTT dapat digunakan untuk memberikan subsidi, baik subsidi transportasi guna menekan biaya distribusi maupun subsidi harga agar beban masyarakat berkurang. Pendekatan ini diharapkan mampu menahan gejolak harga sekaligus menjaga ketersediaan komoditas di pasar tradisional maupun ritel modern.

Stok BBM dan LPG Dipastikan Aman Meski Ada Dinamika Global

Selain pangan, pemerintah menaruh perhatian pada ketersediaan energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG). Lonjakan perjalanan mudik serta aktivitas ekonomi menjelang Lebaran biasanya meningkatkan konsumsi energi secara signifikan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN), stok energi dalam negeri dipastikan aman.

“Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, Insya Allah, semuanya aman, termasuk LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan, meskipun memang terjadi dinamika global di Iran dan Israel,” kata Bahlil.

Ia menekankan bahwa meskipun terdapat dinamika geopolitik global, seperti ketegangan di Timur Tengah, pemerintah telah melakukan langkah antisipatif untuk menjaga pasokan dalam negeri tetap stabil. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan BBM maupun LPG.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Kebijakan Harga BBM Bersubsidi dan Mekanisme Pasar

Terkait harga, Bahlil memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga Hari Raya Idul Fitri. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah potensi kenaikan harga minyak dunia.

“Harga BBM bersubsidi saya pastikan sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan. Sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran,” katanya.

Jaminan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa harga energi bersubsidi tetap stabil meskipun terjadi tekanan eksternal. Namun demikian, untuk BBM non-subsidi, penyesuaian harga tetap mengikuti mekanisme pasar.

Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022, yang mengatur formula harga berdasarkan dinamika harga minyak mentah dunia dan nilai tukar.

Dengan skema ini, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan terhadap masyarakat melalui subsidi dan kepastian usaha bagi sektor energi.

Koordinasi Lintas Kementerian Hingga Libur Usai

Pemerintah menegaskan bahwa pengawasan dan koordinasi tidak berhenti pada pengumuman kesiapan stok semata. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan terus dilakukan secara intensif hingga masa libur Lebaran berakhir.

Langkah tersebut bertujuan memastikan aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan lancar tanpa gangguan pada pasokan pangan maupun energi. Selain itu, mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik juga menjadi perhatian utama.

Dengan jaminan ketersediaan stok pangan, BBM, dan LPG, pemerintah berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pokok dan energi. Upaya terpadu ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional sekaligus mendukung daya beli masyarakat menjelang hari raya.

Terkini