Dishub Sumsel Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Palembang–Jambi Saat Arus Mudik Lebaran 2026

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:55:47 WIB
Dishub Sumsel Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Palembang–Jambi Saat Arus Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Arus mudik Lebaran selalu menjadi momentum yang identik dengan lonjakan pergerakan kendaraan di berbagai jalur utama. 

Salah satu ruas yang diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan adalah jalur penghubung Palembang menuju Jambi. Untuk mengantisipasi kemacetan yang berpotensi terjadi selama periode mudik, pemerintah daerah mulai menyiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas.

Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan skema rekayasa arus lalu lintas di sejumlah titik yang dinilai rawan kepadatan kendaraan. Upaya ini dilakukan agar perjalanan masyarakat yang melakukan mudik dapat berlangsung lebih lancar dan aman.

Selain pengaturan lalu lintas, pemerintah juga mengerahkan personel gabungan serta memastikan kesiapan infrastruktur jalan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026.

Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Jalur Palembang–Jambi

Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan (Dishub Sumsel) menyiapkan rekayasa arus lalu lintas di jalur Palembang–Jambi untuk mengantisipasi kemacetan pada arus mudik Lebaran 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Musni Wijaya di Palembang, Rabu, mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut akan diberlakukan mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026, terutama pada titik-titik rawan kemacetan, seperti kawasan Betung dan Pulau Rimau.

Menurutnya, kawasan tersebut kerap menjadi titik kepadatan kendaraan saat arus mudik karena merupakan jalur penghubung utama antarprovinsi yang dilalui banyak kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, pemerintah berharap potensi kemacetan dapat ditekan sehingga arus kendaraan tetap bergerak lancar selama periode mudik.

Pemanfaatan Jalur Tol untuk Mengurai Kepadatan

Pengaturan arus dilakukan dengan memanfaatkan jalur tol secara situasional serta mengatur titik keluar dan masuk kendaraan guna menghindari pertemuan arus di ruas jalan arteri yang sempit.

“Kami sudah menyiapkan rencana pengaturan arus bersama pengelola jalan tol. Kendaraan dari Palembang direncanakan keluar di Pangkalan Balai, sedangkan dari Jambi masuk melalui exit tol Pulau Rimau agar tidak terjadi stuck (macet) di jalan arteri yang kecil,” katanya.

Strategi ini diharapkan mampu mengurangi pertemuan arus kendaraan di jalan arteri yang memiliki kapasitas terbatas. Dengan memanfaatkan jalur tol sebagai jalur alternatif, kendaraan dapat dialihkan sehingga distribusi arus lalu lintas menjadi lebih merata.

Langkah tersebut juga dinilai penting mengingat jalur arteri di beberapa titik masih relatif sempit sehingga berpotensi menimbulkan antrean kendaraan apabila terjadi peningkatan volume lalu lintas secara signifikan.

Ribuan Personel Disiagakan di Posko Mudik

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Dishub Sumsel juga menyiagakan sebanyak 1.060 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait yang ditempatkan di 561 posko Lebaran di seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Keberadaan posko ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memantau kondisi lalu lintas selama masa mudik berlangsung.

Petugas yang berjaga di posko tersebut juga akan membantu mengatur arus kendaraan serta memberikan informasi kepada pemudik terkait kondisi lalu lintas di berbagai jalur.

Selain itu, koordinasi antara instansi terkait juga dilakukan secara intensif agar penanganan situasi di lapangan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kendala atau kepadatan kendaraan.

Infrastruktur Jalan Dipastikan Siap Menjelang Mudik

Selain pengaturan lalu lintas dan penempatan personel, pemerintah juga memastikan kondisi infrastruktur jalan berada dalam kondisi baik sebelum masa mudik tiba.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menargetkan perbaikan jalan selesai sehingga pada H-7 Lebaran tidak ada lagi jalan berlubang yang berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan.

Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan perjalanan pemudik menjadi lebih aman dan nyaman.

Seluruh personel dan fasilitas pendukung, termasuk posko di tujuh terminal dan bandara, telah disiapkan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

“Kami fokus pada pengaturan arus agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama selama masa mudik Lebaran,” ujarnya.

Pembatasan Operasional Angkutan Barang

Selain rekayasa lalu lintas, Dishub Sumsel juga memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang tertentu sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) pada periode tersebut untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.

Pembatasan ini diterapkan agar volume kendaraan besar di jalur utama dapat dikurangi selama masa mudik. Dengan demikian, jalur yang ada dapat lebih diprioritaskan bagi kendaraan pribadi maupun angkutan penumpang yang membawa pemudik.

Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kelancaran arus mudik serta mengurangi risiko kemacetan panjang di jalur penghubung antarprovinsi.

Melalui berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, pemerintah daerah berharap perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan lebih tertib, aman, dan lancar.

Terkini