Perluas Layanan, Bank Digital Hadirkan Tarik Tunai Lewat ATM Konvensional

Jumat, 13 Maret 2026 | 11:27:41 WIB
Perluas Layanan, Bank Digital Hadirkan Tarik Tunai Lewat ATM Konvensional

JAKARTA - Perkembangan industri perbankan digital di Indonesia terus bergerak dinamis.

Berbagai inovasi layanan mulai dihadirkan oleh bank digital untuk memperluas akses bagi nasabah sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam bertransaksi. Salah satu langkah yang kini mulai dilakukan adalah menyediakan layanan tarik tunai melalui mesin ATM milik bank konvensional.

Langkah ini menjadi strategi baru bagi bank digital yang selama ini dikenal lebih fokus pada layanan berbasis aplikasi tanpa jaringan kantor atau mesin ATM sendiri. Dengan menggandeng bank konvensional, bank digital dapat memberikan pilihan layanan yang lebih lengkap kepada nasabah, terutama bagi mereka yang masih membutuhkan transaksi tunai dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu bank digital yang telah menerapkan langkah tersebut adalah Bank Aladin Syariah. Melalui kerja sama dengan bank konvensional, nasabah kini dapat melakukan penarikan uang tunai dengan lebih mudah melalui jaringan ATM yang telah tersedia luas di berbagai daerah.

Bank Digital Mulai Sediakan Layanan Tarik Tunai

Sejumlah bank digital mulai melakukan ekspansi bisnis dengan menyediakan layanan tarik tunai menggunakan mesin ATM milik bank Konvensional.

Salah satunya adalah Bank Aladin Syariah (Bank Aladin). Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi menjelaskan, saat ini seluruh nasabah dari bank digitalnya dapat melakukan transaksi tarik tunai melalui mesin ATM PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

"Saat ini, kami baru bekerja sama dengan BCA yang memungkinkan nasabah bisa melakukan tarik tunai tanpa kartu di ATM BCA," kata Koko dalam acara buka bersama Bank Aladin.

Koko kemudian menyebut Bank Aladin juga akan membuka kerja sama serupa dengan bank konvensional lain ke depannya. Adapun transaksi tarik tunai Bank Aladin di ATM BCA saat ini dikenakan biaya Rp 5.000 per transaksi.

Layanan tarik tunai diharapkan dapat mempermudah nasabah Bank Aladin. Dengan layanan ini, Koko memproyeksi akan terjadi peningkatan dalam jumlah transaksi Bank Aladin di tahun 2026.

Adapun total transaksi yang dilayani Bank Aladin sepanjang 2025 mencapai sekitar 14 juta per bulan, naik dari 6 juta transaksi per bulan di tahun 2024.

Kolaborasi Bank Digital dan Konvensional Dinilai Menguntungkan

Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyebut langkah bank digital dalam menyediakan layanan tarik tunai sebagai bentuk dari ekspansi bisnis dalam industri perbankan. Menurutnya, ini adalah upaya bank digital untuk memperluas aksesibilitas nasabah.

Myrdal menilai kerja sama yang terjadi antara bank digital dan bank konvensional ini sebenarnya saling menguntungkan satu sama lain. Bank digital dapat memperluas pasarnya, sedangkan bank konvensional dapat terbantu untuk memotong biaya operasional ATM.

"Dengan masuknya bank digital atau bank lain tentunya akan ada join operation cost dalam melakukan maintenance ATM. Ini diharapkan bisa semakin membuat performa dari keuangan bank konvensional itu jadi lebih efisien," kata Myrdal.

Myrdal juga menilai bila kerja sama ini juga dilakukan oleh bank digital lainnya, maka bisa saja bank konvensional saat ini semakin memperbanyak jumlah mesin ATM miliknya. Hal ini tentu semakin menguntungkan nasabah.

"kita lihat ATM jumlahnya akan bertambah, terutama untuk wilayah-wilayah yang memiliki populasi padat dengan akses yang dalam beberapa tahun terakhir belum tercover," ujarnya.

Peran ATM Masih Penting bagi Nasabah

Dari sisi perbankan konvensional, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn menilai kehadiran ATM masih sangat diperlukan, terutama bagi para nasabah yang memiliki mobilitas tinggi.

Per Desember 2025, BCA memiliki 20.163 mesin ATM yang tersebar di seluruh Indonesia, angka ini naik dari setahun sebelumnya dimana BCA memiliki 19.453 mesin ATM.

Ke depannya, Hera menyebut BCA akan menambah jumlah mesin dengan keutaman pada jenis mesin CRM.

"Kami memproyeksikan penggunaan mesin ATM akan terus tumbuh ke depannya selaras dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia," kata Hera.

Sebagian Bank Fokus Kembangkan Layanan Digital

Di sisi lain, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan lebih mengutamakan banknya untuk mengembangkan layanan digital di luar mesin ATM.

"Terlihat penggunaan atau transaksi di mesin ATM menurun terus sejalan dengan semakin tingginya minat terhadap transaksi digital yg lebih cepat, mudah, efisien bagi nasabah," kata Lani.

Adapun per Desember 2025 lalu, jumlah mesin penarikan dan pengiriman tunai CIMB Niaga berkurang menjadi total 2.786 mesin dari Desember 2024 sebanyak 3.265 mesin.

Meski demikian, perkembangan teknologi perbankan menunjukkan bahwa layanan digital dan fasilitas fisik seperti ATM tetap memiliki peran masing-masing dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Kolaborasi antara bank digital dan bank konvensional pun dinilai menjadi salah satu strategi yang mampu menjembatani kebutuhan transaksi modern sekaligus mempertahankan akses layanan tunai bagi masyarakat luas.

Terkini