Sopir Logistik Tewas Dibakar Bersama Mobil di Jalur Wamena-Mbua

Rabu, 16 September 2026 | 12:58:31 WIB
Jenazah sopir logistik dievakuasi setelah kendaraannya ditemukan terbakar di jalur Wamena-Mbua, Kabupaten Jayawijaya.

ZONAPUBLIK.CO.ID — Seorang sopir angkutan logistik tewas dibakar bersama kendaraannya di jalur Wamena menuju Mbua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9). Korban bernama Aris Sanda alias Bapak Tasya, warga asal Toraja, diduga menjadi sasaran kelompok bersenjata OPM KODAP III Ndugama. Koops TNI Habema telah mengevakuasi jenazah dan menyisir lokasi kejadian.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna menyatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora. Menurut keterangan resmi yang diterima Rabu (16/9), korban sehari-hari melayani angkutan logistik dan penumpang masyarakat di jalur tersebut.

Berdasarkan informasi awal, rombongan kendaraan dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata. Kelompok itu lalu memeriksa pengemudi dan penumpang. Para penumpang diperintahkan kembali ke Wamena, sementara Aris Sanda dibawa ke arah kawasan Danau Habema.

Kronologi Penyerangan di Pertigaan Danau Habema

Wirya menjelaskan, setelah laporan diterima, Koops TNI Habema mengerahkan tim untuk mencari dan menyisir sekitar lokasi. Tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah sopir di dalamnya.

Proses evakuasi jenazah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dengan tetap memperhatikan keamanan personel dan situasi lapangan. Pendalaman kronologi serta keterangan para saksi terus dilakukan bersama unsur terkait.

"Dalam kejadian tersebut, seorang pengemudi atas nama Aris Sanda alias Bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM KODAP III Ndugama yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Wirya.

Penumpang Dipulangkan, Sopir Dibawa ke Arah Danau

Dari pemeriksaan awal, kelompok bersenjata memisahkan sopir dari para penumpang. Penumpang diarahkan kembali menuju Wamena, sedangkan Aris Sanda dibawa menuju kawasan Danau Habema. Tak lama setelah itu, kendaraan ditemukan terbakar dengan korban di dalamnya.

Jalur Wamena-Mbua selama ini menjadi lintasan penting bagi distribusi logistik dan transportasi warga menuju pedalaman. Sopir yang melayani rute tersebut kerap menghadapi risiko keamanan di titik-titik tertentu, terutama di kawasan pegunungan.

Wirya menegaskan Koops TNI Habema akan terus menangani kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melakukan pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan. Ia menyayangkan kekerasan yang menimpa warga yang sedang bekerja melayani kebutuhan masyarakat.

"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman. Orang-orang yang bekerja membantu kehidupan masyarakat seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan tidak menjadi korban kekerasan," ujarnya.

Pengejaran dan Penegakan Hukum Masih Berlangsung

Hingga keterangan resmi itu disampaikan, proses evakuasi dan penyisiran di sekitar lokasi masih berlanjut. Koops TNI Habema menyatakan pendalaman terhadap kronologi dan keterangan saksi terus dilakukan bersama instansi terkait.

Kasus ini menambah daftar insiden kekerasan terhadap warga sipil yang bekerja di jalur transportasi pedalaman Papua. Aparat keamanan diminta memastikan keselamatan pengemudi dan penumpang yang melintasi rute tersebut setiap hari.

Tags

Terkini