Jenazah Sopir Travel Korban Penembakan OPM di Jayawijaya Tiba di Toraja

Jenazah Sopir Travel Korban Penembakan OPM di Jayawijaya Tiba di Toraja

ZONAPUBLIK.CO.ID — Jenazah Aris Sanda, sopir travel yang tewas dalam penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dipulangkan ke Toraja, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan di kampung halamannya. Proses pemulangan berlangsung dengan pengawalan aparat gabungan, setelah istri korban dijemput dari Kabupaten Nduga. Aris dikenal sebagai pengemudi yang 13 tahun melayani mobilitas warga Nduga.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan jenazah Aris Sanda saat ini berada di rumah duka di Wamena. Pemulangan ke Toraja dilakukan bersama istri korban, Sinta Bilolo, yang sehari-hari mengajar di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.

"Rencananya besok (hari ini), Jumat, jenazah beserta istri beliau akan kita terbangkan ke Toraja, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan di tanah kelahirannya," kata Lucky.

Evakuasi dan Penjemputan Istri Korban

Prajurit Koops Habema di bawah kendali Kogabwilhan III mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke rumah duka di Wamena. Aparat kemudian bergerak menjemput Sinta Bilolo dari Distrik Mbua.

Istri korban dibawa menuju Kenyam, lalu diterbangkan ke Wamena menggunakan pesawat Caravan bersama dua orang pendamping. Setibanya di Wamena, ia diantar langsung ke rumah duka.

13 Tahun Melayani Mobilitas Warga Nduga

Aris Sanda tercatat 13 tahun bekerja sebagai sopir travel di wilayah Nduga. Ia bersama pengemudi lain mengangkut hasil tani warga, menyuplai kebutuhan pokok, mengantar anak-anak ke sekolah, hingga membawa warga lanjut usia yang sakit ke kota untuk berobat.

Peran itu membuat keberadaan sopir travel menjadi penghubung utama antara distrik-distrik terpencil dan pusat layanan publik. Lucky menilai hilangnya Aris berdampak langsung pada denyut kehidupan sosial dan ekonomi warga setempat.

"Ketika satu nyawa pengemudi jujur seperti Aris Sanda dihilangkan secara keji, sejatinya urat nadi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di tiga distrik Nduga seolah ikut terhenti," ujarnya.

Dampak bagi Tiga Distrik di Nduga

Jalur yang biasa dilalui Aris menghubungkan tiga distrik di Kabupaten Nduga. Selain mengangkut penumpang, kendaraannya rutin membawa hasil pertanian warga ke pasar dan mendistribusikan bahan pokok dari kota.

Tanpa layanan travel, warga di distrik-distrik tersebut harus menempuh perjalanan lebih panjang dan mahal untuk mengakses sekolah, puskesmas, maupun pasar. Kondisi itu diperparah oleh keterbatasan infrastruktur jalan di wilayah pegunungan.

Pengawalan Aparat dan Rencana Pemakaman

Kogabwilhan III memastikan proses pemulangan jenazah hingga ke Toraja berjalan dengan pengawalan aparat gabungan. Jenazah dijadwalkan tiba di Sulawesi Selatan untuk dimakamkan di tanah kelahiran korban.

Pihak keluarga di Toraja telah diberi informasi mengenai jadwal kedatangan jenazah. Pemerintah daerah setempat diminta memfasilitasi prosesi pemakaman sesuai adat yang berlaku di kampung halaman Aris.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index