ZONAPUBLIK.CO.ID — Crusoe mengumpulkan pendanaan Seri F senilai USD 3,9 miliar yang mengerek valuasinya menjadi USD 30,9 miliar. Ronde besar ini dipimpin bersama oleh Atreides Management, Mubadala Capital, dan Valor Equity Partners, dengan partisipasi Nvidia, GIC, Founders Fund, Qatar Investment Authority, Radical Ventures, dan TPG. Dana segar ini akan membiayai proyek data center eksisting serta pusat komputasi AI modular yang bisa diangkut truk.
Pengembang data center Crusoe resmi mengumumkan pendanaan Seri F senilai USD 3,9 miliar. Angka itu menempatkan valuasi perusahaan di level USD 30,9 miliar, melonjak dari USD 10 miliar pada Oktober tahun lalu.
Ronde ini dipimpin bersama Atreides Management, Mubadala Capital, dan Valor Equity Partners. Sejumlah investor lain turut serta, termasuk Founders Fund, GIC, Nvidia, Qatar Investment Authority (QIA), Radical Ventures, dan TPG.
Profil Crusoe: dari Penambangan Kripto ke Infrastruktur AI
Crusoe berdiri pada 2018 sebagai operasi penambangan kripto yang ditenagai gas alam hasil pembakaran (flared natural gas). Perusahaan kemudian beralih ke infrastruktur AI seiring lonjakan permintaan daya komputasi.
Klien Crusoe mencakup Meta, Microsoft, dan Oracle. Perusahaan meraup pendapatan lewat tiga jalur: menyewakan ruang data center bagi pelanggan yang membawa GPU sendiri, menyewakan GPU miliknya, serta menjual daya komputasi untuk menjalankan model AI atau inference.
Rencana Penggunaan Dana: Data Center Abilene dan Pabrik AI Modular
Suntikan modal baru akan membiayai proyek data center yang sedang berjalan, termasuk situs besar di Abilene, Texas, yang digunakan OpenAI. Dana juga dialokasikan untuk pabrik AI modular berukuran lebih kecil.
Pusat data modular bernama Spark itu diproduksi di fasilitas Crusoe sendiri. Dengan cara ini, Crusoe bisa menambah kapasitas komputasi lebih cepat tanpa memerlukan tenaga kerja konstruksi dalam jumlah besar.
Pendekatan modular juga membantu Crusoe mengurangi risiko penolakan warga setempat. Selama ini, pembangunan kompleks data center raksasa kerap menuai protes dari komunitas yang tinggal di sekitar lokasi.
Kontrak Jane Street dan Sinyal IPO
Crusoe baru saja menandatangani kontrak cloud senilai USD 13 miliar berdurasi lima tahun dengan firma perdagangan kuantitatif Jane Street. Kesepakatan itu mencakup pasokan GPU dan infrastruktur AI, menurut laporan Bloomberg.
Perusahaan juga dikabarkan telah bertemu sejumlah bank investasi, termasuk Goldman Sachs dan Morgan Stanley. Pertemuan itu membahas potensi IPO dalam waktu dekat, seperti dilaporkan Axios bulan lalu.
Susunan Dewan Baru
Crusoe mengumumkan tiga anggota dewan baru. Mereka adalah CFO Cloudflare Thomas Seifert, Bill Stein yang menjabat partner dan CIO di Primary Digital Infrastructure, serta pendiri dan CEO Redwood Materials JB Straubel yang juga duduk di jajaran direksi Tesla.
Straubel memiliki keterkaitan dengan Crusoe sejak lama. Ia menanam modal pribadi di perusahaan itu pada 2021, dan Crusoe kemudian menjadi pelanggan pertama bisnis penyimpanan energi Redwood.
Ambisi Infrastruktur AI
Co-founder dan CEO Crusoe menyatakan keyakinannya bahwa AI akan membawa era kelimpahan. Untuk sampai ke sana, menurutnya, perusahaan perlu "controlling the infrastructure from electrons to tokens, and we're grateful to have investors who share that conviction."
Pendanaan Seri F ini datang sekitar 10 bulan setelah Crusoe mengumpulkan USD 1,38 miliar pada Oktober tahun lalu. Valuasi perusahaan kini tiga kali lipat dibanding periode tersebut.