Perumahan

Proyek Perumahan Sosial Dipacu Demi Akses Hunian

Proyek Perumahan Sosial Dipacu Demi Akses Hunian
Proyek Perumahan Sosial Dipacu Demi Akses Hunian

JAKARTA - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, aktivitas pembangunan perumahan sosial di Kelurahan Thanh Sen, Provinsi Ha Tinh, tetap berlangsung intensif. 

Puluhan pekerja terlihat tekun menyelesaikan berbagai tahapan konstruksi demi mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Suasana proyek tampak ramai dengan pembagian tugas yang terorganisasi rapi di setiap sudut lokasi pembangunan.

Para pekerja dibagi ke dalam beberapa tim dengan tanggung jawab berbeda sesuai keahlian masing-masing. Ada yang fokus pada pengikatan besi beton, pengangkutan material bangunan, hingga pengecoran lantai beton. Ritme kerja yang konsisten mencerminkan komitmen kuat seluruh pihak dalam menjaga progres proyek tetap sesuai rencana.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proyek tidak terhenti meski memasuki periode akhir tahun. Justru, intensitas kerja ditingkatkan untuk mengejar target penyelesaian lebih cepat. Langkah ini diambil agar manfaat proyek dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan hunian layak.

Skala Proyek dan Nilai Investasi

Proyek perumahan sosial percontohan Tahap II ini merupakan salah satu pembangunan strategis di wilayah Ha Tinh. Proyek tersebut diinvestasikan oleh Dana Investasi Pembangunan Provinsi Ha Tinh dengan nilai total investasi yang diperkirakan mencapai 550 miliar VND. Nilai tersebut mencerminkan besarnya komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan perumahan terjangkau.

Secara keseluruhan, proyek ini memiliki luas lantai lebih dari 46.200 meter persegi. Pembangunan mencakup tiga gedung setinggi 12 lantai yang menyediakan total 509 unit apartemen. Selain itu, tersedia pula 41 unit rumah komersial tiga lantai yang melengkapi kawasan tersebut.

Kawasan perumahan ini dirancang dengan sistem infrastruktur terpadu. Fasilitas pendukung meliputi jaringan transportasi internal, ruang terbuka hijau, taman bermain, fasilitas olahraga, serta area parkir. Dengan konsep tersebut, proyek ini diharapkan mampu menghadirkan lingkungan hunian yang nyaman dan fungsional.

Perkembangan Konstruksi dan Target Penyelesaian

Pembangunan proyek ini dimulai pada 19 Agustus dan direncanakan berlangsung selama 20 bulan. Hingga hampir lima bulan pelaksanaan, progres konstruksi menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini, lantai keempat telah selesai dibangun di ketiga gedung utama.

Untuk bangunan rumah komersial, proses pembangunan telah mencapai lantai kedua. Capaian ini dinilai sejalan dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. Meski demikian, investor berupaya mempercepat penyelesaian agar proyek dapat beroperasi lebih awal.

Dengan mengoptimalkan sumber daya dan peralatan konstruksi, target penyelesaian dipercepat sekitar lima bulan dari jadwal awal. Upaya percepatan ini dilakukan tanpa mengurangi standar kualitas bangunan. Setiap tahapan tetap diawasi secara ketat untuk memastikan hasil akhir sesuai perencanaan.

Tantangan Cuaca dan Strategi Lapangan

Dalam pelaksanaannya, proyek ini menghadapi sejumlah kendala, terutama faktor cuaca. Dua badai besar yang terjadi dalam satu bulan menyebabkan pagar pembatas lokasi konstruksi roboh sebanyak dua kali. Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas pembangunan di lapangan.

Selain itu, hujan berkepanjangan saat fase pengerjaan fondasi dan lantai turut memengaruhi jadwal kerja. Situasi ini memaksa kontraktor melakukan penyesuaian metode dan waktu pelaksanaan. Meski demikian, langkah antisipatif segera diambil agar keterlambatan dapat diminimalkan.

Kontraktor kemudian mengatur sistem kerja bergilir, termasuk pemanfaatan shift malam untuk pekerjaan tertentu. Strategi ini bertujuan menjaga volume pekerjaan tetap sesuai rencana. Dengan pengelolaan yang disiplin, keseluruhan progres proyek masih berada dalam jalur yang ditargetkan.

Tenaga Kerja dan Prioritas Keselamatan

Proyek ini juga menghadapi tantangan dalam pemenuhan tenaga kerja, khususnya pekerja terampil. Banyaknya proyek besar yang berjalan bersamaan di wilayah tersebut membuat perekrutan tenaga lokal menjadi terbatas. Untuk mengatasi hal ini, kontraktor mendatangkan pekerja tambahan dari provinsi lain.

Sebagian besar pekerja berasal dari daerah yang cukup jauh dari lokasi proyek. Kondisi ini menuntut penyesuaian jam kerja agar mereka dapat mengatur kepulangan untuk perayaan Tahun Baru Imlek. Selain itu, investor menerapkan kebijakan insentif guna menjaga stabilitas tenaga kerja selama periode tersebut.

Di tengah percepatan pembangunan, aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. Setiap pekerja diwajibkan menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap sebelum memulai aktivitas. Dengan disiplin keselamatan yang ketat, proses konstruksi diharapkan dapat berjalan aman dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index