JAKARTA - Langkah menuju era baru kendaraan listrik semakin nyata setelah Gotion High-Tech mengumumkan pembangunan pabrik baterai solid-state berkapasitas 2 gigawatt-hour (GWh).
Investasi ini bukan sekadar ekspansi kapasitas produksi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mempercepat komersialisasi baterai generasi terbaru yang digadang-gadang akan merevolusi industri kendaraan listrik global.
Perusahaan baterai yang didukung oleh Volkswagen tersebut menyiapkan fasilitas ini sebagai fondasi untuk debut kendaraan listrik berbasis baterai solid-state pada 2026. Proyek ini menjadi salah satu tonggak penting dalam persaingan teknologi baterai, terutama dalam upaya meningkatkan jarak tempuh dan keamanan kendaraan listrik.
Teknologi Jinshi dengan Elektrolit Padat Berbasis Sulfida
Dilaporkan Carnewschina pada Senin (2/3) waktu setempat, baterai yang akan diproduksi di fasilitas baru tersebut adalah Jinshi solid-state battery. Teknologi ini menggunakan elektrolit padat berbasis sulfida yang dirancang untuk meningkatkan kepadatan energi sekaligus memperkuat aspek keselamatan.
Pendekatan solid-state berbeda dari baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan elektrolit cair. Dengan mengganti cairan tersebut menjadi material padat, risiko kebocoran, korsleting internal, dan potensi kebakaran dapat ditekan secara signifikan. Inilah alasan mengapa baterai solid-state disebut-sebut sebagai masa depan kendaraan listrik.
Menurut keterangan teknis, baterai Jinshi mencapai kepadatan energi sel hingga 350 Wh/kg. Angka ini sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan sel lithium ternary arus utama yang banyak digunakan saat ini. Dengan peningkatan kepadatan energi tersebut, kendaraan listrik berpotensi menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Uji Keselamatan Ketat dan Hasil Menjanjikan
Selain fokus pada jarak tempuh, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam pengembangan baterai generasi baru ini. Dalam uji keselamatan, baterai telah lolos pengujian ruang termal pada suhu 200 derajat Celsius. Tidak hanya itu, baterai juga diuji melalui penetrasi jarum baja berdiameter 3 mm tanpa terjadi kebakaran atau ledakan.
Pengujian ekstrem tersebut penting untuk membuktikan ketahanan baterai terhadap kondisi tidak normal, seperti benturan atau kerusakan fisik akibat kecelakaan. Hasil ini menunjukkan bahwa teknologi solid-state yang dikembangkan Gotion mampu memenuhi standar keselamatan tinggi yang dibutuhkan industri otomotif global.
Sebelum mengumumkan pembangunan pabrik 2 GWh, Gotion juga telah mengoperasikan jalur pilot baterai all-solid-state berkapasitas 0,2 GWh. Jalur percontohan ini mencatat tingkat hasil produksi sekitar 90 persen, sebuah capaian yang tergolong tinggi untuk teknologi baru yang masih dalam tahap pengembangan.
Seluruh peralatan inti pada jalur pilot tersebut sepenuhnya dikembangkan di dalam negeri. Baterai yang dihasilkan bahkan telah diuji dalam pengujian pemasangan kendaraan di jalan, menandakan kesiapan teknologi untuk melangkah ke tahap produksi yang lebih besar.
Target Produksi dan Debut EV Solid-State 2026
Pembangunan jalur produksi 2 GWh ini dirancang untuk mendukung debut kendaraan listrik dengan baterai solid-state skala kecil pada akhir 2026. Artinya, dalam dua tahun ke depan, publik berpotensi melihat kendaraan listrik komersial yang menggunakan baterai Jinshi dalam skala terbatas.
Meski demikian, produksi massal penuh masih membutuhkan waktu. Gotion memperkirakan peningkatan produksi secara signifikan baru akan terjadi pada dekade berikutnya. Strategi bertahap ini mencerminkan kompleksitas teknologi solid-state yang memerlukan penyempurnaan berkelanjutan sebelum benar-benar dapat diproduksi dalam skala besar.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa industri otomotif sedang memasuki fase transisi teknologi. Jika baterai lithium-ion menjadi standar dalam satu dekade terakhir, maka solid-state diproyeksikan menjadi generasi berikutnya yang membawa lonjakan performa sekaligus peningkatan keamanan.
Peran Volkswagen dan Rencana Pasokan ke Audi
Dukungan investasi dan kerja sama dari Volkswagen menjadi unsur penting dalam strategi pengembangan ini. Sebagai salah satu grup otomotif terbesar di dunia, Volkswagen memiliki kepentingan besar dalam memastikan pasokan baterai generasi baru untuk lini kendaraan listriknya.
Kerja sama tersebut mencakup rencana pasokan baterai solid-state untuk merek Volkswagen dan Audi di masa mendatang. Dengan dukungan ini, Gotion tidak hanya memperkuat kapasitas produksi, tetapi juga memastikan adanya pasar yang jelas untuk produk baterai yang dihasilkan.
Kolaborasi antara produsen baterai dan pabrikan otomotif menjadi pola umum dalam industri kendaraan listrik saat ini. Integrasi rantai pasok memungkinkan pengembangan teknologi dilakukan secara lebih terarah, sekaligus mempercepat waktu menuju komersialisasi.
Pembangunan pabrik 2 GWh ini menandai langkah konkret Gotion dalam mempersiapkan era baru kendaraan listrik berjangkauan jauh dan berstandar keselamatan tinggi. Jika target 2026 tercapai, debut EV berbaterai solid-state dapat menjadi momentum penting dalam transformasi industri otomotif global menuju teknologi yang lebih efisien dan aman.