Pemkab Taput Targetkan Kebun Kopi Arabika Tembus 19.252 Hektare pada 2026, 2,2 Juta Bibit Ditanam Serentak

Sabtu, 19 September 2026 | 00:06:32 WIB

TAPANULI UTARA — Perluasan kawasan kopi Arabika tahun depan menyasar lahan seluas 2.000 hektare, hasil kolaborasi Pemkab Taput dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kepala Dinas Pertanian Taput Victor Siagian menyebut program itu diarahkan untuk mengoptimalkan lahan produktif dan meningkatkan daya saing kopi Arabika Taput.

Bibit disalurkan bertahap kepada kelompok tani penerima manfaat. Tahap pertama 845 ribu batang, tahap kedua 510 ribu batang, dan tahap ketiga 845 ribu batang.

Mengapa Perluasan Kebun Kopi Harus Dikawal Sampai Pascapanen

Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan pengembangan kopi tidak cukup berhenti di penambahan luas tanaman. Produktivitas dan nilai tambah bagi petani menjadi sasaran berikutnya.

"Pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada tahap penanaman saja. Harus dikawal hingga panen, pascapanen, dan pemasaran agar memberikan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan petani," ujar Jonius.

Menurut dia, perluasan kawasan kopi merupakan bagian dari upaya membangun sektor pertanian yang maju, berbasis teknologi dan berkelanjutan. Pemerintah daerah akan mendorong pendampingan petani secara berkelanjutan agar bibit yang ditanam berkembang menjadi tanaman produktif dan memberi manfaat ekonomi jangka panjang.

Sembilan Kecamatan Jadi Lokasi Tanam Serentak

Gerakan tanam serentak dilaksanakan terintegrasi di sembilan kecamatan: Tarutung, Siborongborong, Muara, Pagaran, Sipoholon, Siatas Barita, Sipahutar, Pangaribuan, dan Garoga.

Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan dan Sekretaris Daerah Henry MM Sitompul mengikuti kegiatan itu secara virtual dari sejumlah lokasi.

Gerakan tersebut menjadi bagian rangkaian Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara dengan tema "Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju."

Dari 16.922 Hektare Menuju 19.252 Hektare

Luas pertanaman kopi Arabika Taput pada 2025 mencapai 16.922,57 hektare dengan total produksi 15.998,96 ton. Selisih sekitar 2.330 hektare menjadi pekerjaan rumah menuju target 2026.

Pemerintah daerah berharap perluasan kawasan kopi memperkuat produksi komoditas unggulan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

Terkini